Surabaya — Sekolah Islam SHAFTA telah melaksanakan Parenting untuk walimurid siswa baru kelas 7 SMP dan 10 SMA serta para guru SMP dan SMA SHAFTA, pada Sabtu (23/07) dengan tema Merdeka Belajar dan KeSHAFTAan.

Hal ini dilaksankan agar para walimurid siswa baru dapat mengenal lebih jauh tentang SHAFTA dan kurikulum baru sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yaitu Kurikulum Merdeka Belajar.

H. Ahmad Nashruddin, S.E.I., MBA selaku Ketua Yayasan Al-Insanul Kamil Surabaya mengatakan bahwa Parenting ini mendatangkan 2 pemateri yang sangat handal dalam bidangnya yaitu Drs. H Abdul Chalim. MM yang memberikan materi tentang KeSHAFTAan, dan DR. H. M. Ilham Wahyudi, S.E.I., M.E.I memberikan materi tentang Merdeka Belajar.

"Pemateri parenting ini alhamdulillah memang ahlinya dalam bidangnya masing-masing dan para senior di SHAFTA. Insyaallah pemateri akan memberikan materi yang memang sedang happening. Anak-anak kita sedang dituntut untuk menggunakan kurikulum baru yaitu merdeka belajar. Tujuan parenting ini karena kami ingin menyampaikan maklumat dari pak menteri pendidikan kepada bapak/ibu walimurid agar bisa menjaga dan mengontrol tentang pendidikan anak-anak", ujarnya.

Peran orang tua dan Guru memang sangat penting bagi pendidikan anak-anak pada kurikulum Merdeka Belajar. Pembaharuan kurikulum ini juga diharapkan sebagai upaya pemerintah untuk melahirkan generasi penerus yang lebih kompeten di bidangnya.