Perkembangan pendidikan di Indonesia mengalami perubahan pembelajaran dari waktu ke waktu namun ada satu waktu yang benar-benar menyita dunia pendidikan di Indonesia yaitu adanya pandemi. Hal ini menyebabkan perubahan pembelajaran di Indonesia. Perubahan yang terjadi khususnya adanya kurikulum merdeka yang dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis belajar yang telah lama dihadapi dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai dengan rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam hal yang mendasar seperti literasi membaca.

Krisis belajar yang terjadi dua tahun lebih ini tidak bisa langsung melakukan perubahan kurikulum saja , namun diperlukan penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, adanya pendampingan secara menyeluruh, penataan sistem evaluasi, infrastruktur dan pendanaan. Jika hal ini bisa dilakukan, guru bisa melaksanakan kurikulum merdeka dengan materi yang diajarkan dan memudahkan guru mengajar lebih baik.

Menyikapi hal-hal di atas apa saja yang harus dipersiapkan guru dengan kurikulum merdeka. Pertama yang harus dilakukan guru yaitu berkaitan dengan perangkat ajar, paradigma baru, pelaksanaan asesmen. Perangkat ajar meliputi melakukan analisis terhadap capaian pembelajaran (CP), merumuskan tujuan pembelajaran (TP), menyusun alur pembelajaran (ATP), asesmen, menyusun modul ajar dan menyusun bahan ajar.

Berkaitan dengan persiapan kurikulum merdeka yang akan dilaksanakan tentunya dikembalikan kepada sekolah dan guru yang ada di sekolah. Apakah setiap guru dan sekolah sudah mempersiapkan hal tersebut. Jika semua sudah terpenuhi maka sekolah dan guru bisa melaksanakan kurikulum merdeka di tahun pelajaran baru. Namun jika masih belum maka sekolah dan guru bisa melakukan persiapan dengan mengikuti kegiatan pelatihan yang disiapkan. Semoga dengan kurikulum merdeka ini profil pemuda Pancasila bisa diwujudkan dan menjadi aset penting bagi kelangsungan kehidupan bangsa di masa depan.