Ketika melarutkan sedikit garam menggunakan air dengan volume tertentu pada suhu ruang, pada awalnya semua garam akan larut dalam air. Jika garam ditambahkan terus menerus, lama kelamaan ada garam yang tidak larut. Hal ini berkaitan dengan kelarutan garam tersebut dalam air. Apa itu kelarutan, bagaimana hubungannya dengan hasil kali kelarutan, bagaimana memperkirakan pengendapan garam, bagaimana pengaruh pH terhadap kelarutan, serta bagaimana pengaruh penambahan ion sejenis ?

Kelarutan (s) adalah jumlah maksimum zat terlarut (dalam gram atau mol) yang dapat larut dalam pelarut tertentu pada suhu tertentu. Besarnya kelarutan dapat dinyatakan dalam g/L atau mol/L. Zat yang hanya dapat larut kurang dari 0,1 g/L pada suhu 25oC disebut insoluble (tidak larut). Zat yang dapat larut hingga 10 g/L disebut soluble (larut), sedangkan zat yang memiliki kelarutan 0,1 – 10 g/L disebut slightly soluble (sedikit larut).

Ketika garam yang sukar larut seperti perak klorida (AgCl) dilarutkan dalam air, maka pada kondisi tepat jenuh akan diperoleh kesetimbangan antara proses pelaruran dan pembentukan endapan, dengan reaksi kesetimbangan sebagai berikut.

 
 
Berdasarkan persamaan tersebut diperoleh persamaan kesetimbangan Ksp = [Ag+][Cl], dimana “sp” bermakna “solubility product” atau produk kelarutan. Padatan AgCl tidak dimasukkan dalam persamaan kesetimbangan karena jumlah padatan murni AgCl tidak mempengaruhi kesetimbangan. Ksp atau hasil kali kelarutan ini adalah hasil kali ion-ion dalam larutan pada keadaan jenuh dipangkatkan koefisien.

Sumber : https://warstek.com/hasil-kali-kelarutan/

 
Untuk lebih jelasnya silahkan baca buku paket bab "Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan" . Setelah itu kerjakan latihan soal berikut menggunakan aplikasi Wordwall : https://wordwall.net/resource/32488691