Puasa atau shaum merupakan sebuah ibadah yang luar biasa khususnya di bulan puasa Ramadhan. Apalagi puasa termasuk dalam rukun Islam yang kelima yaitu puasa diwajibkan untuk umat muslim dan disunnahkan pada waktu-waktu tertentu.Sehubungan dengan tersebut tentang wajibnya puasa, Allah SWT berfirman yakni, “ Hai orang-orang beriman , diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kami bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

Rasulullah SAW bersabda :

إذَا رَأيْتُمُ الْهِلَا لَ فَصُوْمُوا وَإذَا رَأيْتُمُوْهُ فَأفْطرُوْا فإنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَصُوْمُوا ثَلا ثِيْنَ يَوْمًا

 

Artinya: Apabila kalian melihat hilal (bulan Ramadlan) maka puasalah dan apabila kalian melihat hilal (bulal Syawal) maka berbukalah (lebaran), dan apabila tertutup awan (mendung) maka berpuasalah 30 hari. (HR. Muslim)

Lantas bagaimana dengan syarat dan rukun puasa di buan Ramadhan. Syarat wajib yaitu Islam. Sebagai syarat pertama seseorang yang wajib menjalankan puasa Ramadan harus berstatus muslim. Syarat kedua yaitu Baligh (cukup umur). Dikatakan baligh jika seseorang sudah mencapai kedewasaan.SSyarat ketiga yaitu berakal (tidak hilang akal). Seseorang mendapatkan beban syarat ketika memiliki akal. Bagi orang gila, pingsan, koma tidak dikenai beban syariat hingga kembali akalnya.

Puasa yang dijalankan seorang muslim tidak akan sah jika tidak memenuhi rukun-rukun puasa yaitu niat. Niat puasa harus dilakukan setiap malam bulan Ramadan, hal Ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّياَمَ قَبْلَ الفَجْرَ فَلا صِيَامَ لَهُ

 

Artinya: Barangsiapa tidak berniat puasa pada malam sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. (HR Nasai).

Rukun puasa kedua yaitu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa seperti : makan, minum, bersetubuh mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Sesuatu yang masuk ke tenggorokan , baik berkumur ketka wudu atau menelan sesuatu benda. Muntah dengan sengaja dan keluar mani dengan sengaja, dan tidak berniat puasa pada malam harinya