Dalam rangka mengembangkan dan mengenalkan sekolah di wilayah Surabaya Pusat dan sekitarnya, Sekolah Islam Shafta mengadakan pameran di Tunjungan Plaza 3 lantai 6, Convention Hall. Acara ini bersamaan dengan acara Hybrid Wedding. Acara pameran ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 27 s.d. 29 November 2020.


Selama pameran berlangsung kegiatan yang dilakukan di stand Sekolah Islam Shafta, mulai hari pertama lomba menggambar bagi siswa TK maupun SD. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari beberapa pengunjung yang hadir untuk melihat pameran Wedding dan sekaligus melihat Sekolah Islam Shafta.


Di hari kedua kegiatan setelah sholat magrib diadakan Public Speaking Workshop bersama dengan Ayu Fitriana, penyiar Radio Suara Surabaya. Dengan setelan warna hitam dan aksesoris, Ayu Fitriana yang merupakan mantan siswa SMP Shafta ini langsung melakukan kegiatan workshop di tempat pameran. Dipandu Sugiharto acara dimulai dengan perkenalan hingga proses sukses mendapatkan tempat di radio Suara Surabaya. Ada beberapa tips yang disampaikan saat siaran langsung di Shafta TV dan instagram kepada para penonton. Malah ada beberapa pertanyaan yang masuk menanyakan bagaimana cara menyiasati agar tidak demam panggung. Dengan gaya berbaur guyon khas arek Surabaya, Ayu Fitriana juga mengajak kepada seluruh penonton yang ingin mendaftar di Sekolah Islam Shafta, baik SMP maupun SMA Shafta mendapat potongan.


Sementara itu tidak kalah menariknya di hari ketiga acara penutupan pameran, stand Sekolah Islam Shafta kedatangan tamu istimewa yaitu Mokhamad Syaifudin pemain Persebaya yang singgah dan melakukan jumpa fans. Tidak hanya itu, acara juga langsung disiarkan melalui Instagram dan dipandu seorang guru . Beberapa pertanyaan langsung diberikan tentang proses belajar selama di SMA Shafta yang telah memberikan batu pijakan untuk sukses. Sekolah yang dianggap berani untuk mencetak siswa berprestasi ini menjadi tumpuan untuk mengembangkan permainannya. Selepas dari SMA Shafta terus menuju ke Jakarta dan pernah mencicipi belajar di luar negeri selama 4 tahun. 


Hingga saat ini M. Syaifudin masih tetap menjadi peman Persebaya dan terus akan membela Persebaya sampai kapan pun. Walau dalam kondisi pandemi ini masih terus berlanjut,  semangat M.Syaifudin masih terus menggelora dan akan tetap latihan walau tidak bersama-sama dengan temannya di Persebaya. Acara ditutup dengan pemberian cindera mata dari Sekolah Islam Shafta sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan yang sudah dilakukan dan masih tetap berkomunikasi dengan sekolahnya. Semoga ke depannya Sekolah Islam Shafta akan mencetak generasi penerus seperti Evan Dimas, M. Syaifudin dan Ayu Fitriana.