REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL

Hari ini tepat peringatan hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2020. Walau peringatan hari tidak semeriah tahun lalu dan hanya dilakukan secara virtual peringatan ini terus dilakukan. Dengan kondisi pandemi Covid-19 semangat belajar anak-anak terus digelorakan. Bagaimana pun situasinya, setiap anak stekarang ini  tidak bisa bermain bersama-sama temanya seperti saat di sekolah. Mereka butuh teman untuk belajar, bermain dan bercerita banyak hal. Namun kondisi yang harus serba virtual belajarnya, anak-anak dihadapakan sisi yang berbeda. Kebosanan dan semangat yang kadang kendur perlu terus dipantau dan dibangkitkan kembali.

Situasi yang belum ada kepastian inilah yang harus ditejermahkan sebagai bagian belajar jarak jauh bagi anak-anak. Walau tanpa pertemuan di kelas namun masih bisa dilakukan  dengan daring dan tatap muka bersama guru dengan Zoom ataupun Google Meet. Segala cara dan upaya yang dilakukan haruslah mengedepankan hak dasar anak-anak untuk mendapatkan pendidikan secara terus menerus tanpa putus. Memang diakui bahwa salah satu kendala yaitu pulsa yang kadang lebih banyak pengeluaran. Namun hal ini seharusnya tidak menjadi perdebatan, sekolah bisa memberikan opsi agar belajar terus berjalan dan tidak berhenti dengan cara beberapa pertemuan hanya berupa teori dan pertemuan tatap muka.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap sekolah, guru, orang tua dan pemerintah selalu berupaya terus menciptakan iklim yang sehat untuk menyiapkan anak-anak ini sebagai aset pembangunan di masa depan. Anak-anak bisa menjadi siap menghadapi kondisi dan tantangan yang berbeda dan mereka akan menjadi orang-orang di masa depan dengan sebuah kepastian.