Qiyamul Lail secara bahasa dapat diartikan menghidupkan malam. Kata Qiyam (dari akar kata Qama) artinya berdiri untuk sholat, karena asal pelaksanaan sholat adalah dengan berdiri. Sedangkan kata al-Lail bermakna waktu malam. Sehingga Qiyamul Lail dipahami bermakna sholat di waktu malam, juga dapat disebut dengan sholat tahajud dan sholat malam.

Kata Qiyamul Lail sendiri diambil dari surat al-Muzammil ayat pertama, yang berbunyi.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ

Artinya: “Hai orang yang berselimut (Muhammad).” (Q.S. al-Muzammil ayat 1).

Dan pada surat al-Furqan ayat 25, yang berbunyi.

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلْغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا

Artinya: “Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.” (Q.S. al-Furqan ayat 25).

Para ulama berpendapat bahwa Qiyamul Lail untuk menunjuk dua shalat, yaitu sholat witir dan sholat tahajud. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: “Apabila fajar telah terbit, habislah waktu bagi shalatul-lail (qiyamul lail) dan shalatul-witri, maka berwitirlah sebelum terbit fajar.” (H.R. Tirmidzi).

Tidak dinilai Qiyamul Lail jika kita hanya bangun tengah malam namun tidak melaksanakan sholat tahajud ataupun sholat witir, juga tidak membaca al-Qur’an, berdzikir, membaca buku atau melaksanakan sholat fardhu, dan sholat sunnah yang lainnya (selain tahajud dan witir).

Berdzikir dan beribadah di waktu malam, khususnya di sepertiga malam terakhir sangatlah utama. Seperti disebutkan dalam sebuah hadits, “Saat terdekat Allah dengan hamba-Nya adalah di waktu penghujung malam terakhir (sepertiga malam terakhir), jika engkau menjadi termasuk orang yang berzikir kepada Allah di waktu itu maka lakukanlah.” (H.R. Tirmidzi dan an-Nasa’i).

Banyak keutamaan dalam Qiyamul Lail, diantaranya disebutkan dalam al-Qur’an berikut.

Pertama, Tercatat sebagai orang yang baik dan berhak mendapat balasan kebaikan berupa anugerah rahmat dari-Nya. Seperti disebut dalam Q.S. al-Dzariyat ayat 15-18.

Kedua, Penikmat sholat malam akan mendapat penyempurnaan atas kekurangan dan cacat kewajiban sholat dan meningkat derajatnya menjadi maqamam mahmuda, derajat yang terpuji, Q.S. al-Isra ayat 79.

Ketiga, Penikmat sholat malam selalu mendapat pujian dari Allah SWT (Q.S. al-Furqan ayat 63-64), dipersaksikan sebagai orang yang beriman (Q.S. al-Sajadah ayat 16), dan akan dibedakan derajatnya dengan yang malas sholat malam (Q.S. al-Zumar ayat 9).

 

Referensi: ISLAMPOS