Hari jum’at merupakan hari terbaik yang paling istimewa dan mulia dari hari-hari yang lainnya. Karena pada hari itu Allah SWT mentakdirkan terjadinya peristiwa besar yang mengagumkan dan ada pula amalan yang dikhususkan hanya pada hari jum’at, terutama sholat jum’at serta amalan yang lain, salah satunya yaitu membaca surat Al-Kahfi.

Al-Kahfi merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang artinya Para Penghuni Gua, yang terdiri dari 110 ayat dan diturunkan di Mekkah sehingga tergolong dalam surat Makkiyah. Dalam surat Al-Kahfi terdapat kandungan kisah-kisah atau sejarah penting yang tentunya berkaitan dengan kekuasaan Allah SWT, setidaknya ada 3 kisah ashabul kahfi yang dijadikan sebagai nama surat yaitu pertemuan Nabi Musa as dan Nabi Khidir as, serta kisah Dzulqarnain.

Setiap surat yang ada di Al-Qur’an pasti memiliki keutamaan yang luar biasa jika dibaca, termasuk juga surat Al-Kahfi ini. Keutamaan membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at diantaranya Terhindar dari Fitnah Dajjal, Mendapat Ridho dari Allah SWT, Diampuni Dosanya oleh Allah SWT, Dijaga dari Gangguan Syaitan, serta Diberikan Cahaya Kebaikan. Sebagaimana dalam beberapa hadits sebagai berikut:“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhan maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (H.R. Ahmad).

Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ

Artinya: ”Barangsiapa membaca surat al-Kahfi saat malam Jum’at, jadi dipancarkan sinar untuk dia sejauh pada dianya dia serta Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai serta Al-Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736).

Dalam kisah beda masih tetap dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ

Artinya: ”Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, jadi juga akan dipancarkan sinar untuk dia diantara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim : 2/368 serta Al-Baihaqi : 3/249. Ibnul Hajar memberi komentar hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyebutkan kalau hadits ini yaitu hadits paling kuat mengenai surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470).

Selanjutnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

Artinya: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, jadi juga akan memancar sinar dari bawah kakinya hingga ke langit, juga akan meneranginya nantinya pada hari kiamat, serta diampuni dosanya pada dua jumat.”

Al-Mundziri berkata : ”hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yg tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib : 1/298).

Selanjutnya, Terhindar dari Fitnah Dajjal. Rasulullah SAW telah menegaskan dalam sebuah hadits bahwa membaca surat Al-Kahfi di hari jum’at akan membuat kita terhindar dari fitnah yang dibawa Dajjal tersebut. “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya.” (H.R. Dailami).

Imam Muslim juga meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang didalam kisah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa diantara anda yang mendapatinya (merasakan jaman Dajjal) sebaiknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”

 

Referensi: hasana.id