Kemajuan dunia teknlogi industri 4.0 benar-benar memaksa orang untuk mengejar ketinggalan di segala bidang. Teknologi sudah tidak dikuasai satu atau  dua orang namun seluruh manusia mencoba untuk merubah dalam kehidupannya. Bagi siapa saja yang tidak mengikuti perkembangan ini akan tertinggal jauh dari yang lain. Hal inilah yang dicari dan dipelajari siswa Sekolah Islam Shafta untuk mengetahui bagaimana sebuah informasi dapat disampaikan dengan cepat ke masyarakat.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan Sekolah Islam Shafta untuk memeroleh informasi tidak hanya didapat di sekolah namun bisa di luar sekolah. Melalui pembelajaran di luar sekolah, beberapa siswa SMP dan SMA Shafta berkunjung ke Radio Suara Surabaya dan TV 9. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian pembelajaran menyampaikan informasi secara cepat dan tepat ke masyarakat.

Sesampai di tempat, langsung diterima mas Aji sebagai marketing di radio. Sambutan hangat dan ucapan selamat datang langsung diterima dan ditempatkan di ruang tamu Tak berapa lama bagian marketing langsung membeberkan kerja yang ada di radio sejak 11 Juni 1986  hingga sekarang. Program unggulan dan program-program lainnya menyatu menjadi sebuah kesan yang mendalam. Tanya jawab mengalir dari siswa untuk mengetahui sejauh mana peran radio Suara Surabaya berkiprah di Surabaya dan sekitarnya.

Selepas penyampaian program dan kegiatan. seluruh siswa langsung diajak secara langsug melihat proses tentang alur sebuah informasi yang diperoleh dan disampaikan. Ada tiga ruang yang membuat sebuah berita mengalir tertata dengan baik. Setiap 15 menit selalu ada berita terbaru. Setiap personel dalam ruangan saling mendukung dan tergantung satu sama yang lain. Seluruh siswa yang baru melihat dan mengatakan pengalaman ini luar biasa karena begitu tepat waktu, materi dan seluruh kerja di radio. Tanya jawab selalu ada di pertemuan tiga ruang yang berbeda. Mereka ingin bahwa mereka bisa sama dan menggali cepat informasi.

Satu jam kemudian seluruh siswa dan pendamping langsung menuju ke TV9. Sesampai di ruang utama diterima bagian eksekutif produser yang langsung menjelaskan proses sebuah stasiun televisi islami. Penjelasan yang runtut dan pelan memberikan pengetahuan baru bagaimana mencetak dan menciptakan sebuah melalui jaringan telivisi. Pas kebetulan tepat jam 14.00 ada pengambilan gambar lintas berita 9. Kesempatan ini tak disia-siakan seluruh siswa yang hadir, mereka melihat bagaimana proses pengambilan gambar  langsung dari seorang dara cantik yang membawakan berita.

Di akhir pertemuan sebagian anak-anak disuruh untuk menjadi seorang pembaca berita. Namun kadang mereka masih canggung berhadapan dengan kamera dan mendapat masukan agar tidak cepat-cepat membaca teks berita. Semoga pengalaman yang hebat ini bisa menguatkan kompetensi siswa di masa mendatang dengan teknologi yang ada.