Dalam rangka meningkatkan kemampuan  dan kapasitas guru dan karyawan, Sekolah Islam Shafta mengadakan kegiatan Teaching Improvement Workshop (TIW). Kegiatan TIW dihadiri ketua Yayasan Al Insanul Kamil beserta staf, bapak/ibu guru dan seluruh karyawan Sekolah Islam Shafta dan bertempat di ruang multifungsi gedung KH. Abdul Mu’id.

Dengan tema berguru pada kanguru dan sang guru, ustadz Achmad Ainun Yaqin  memulai ceramah singkat dengan memberikan contoh cerita kanguru yang menjabarkan tentang tingkat kesabaran . Tingkat kesabaran terbagi menjadi tiga yaitu Fitoh Percaya pada Allah. Tawakal : pasrah, pintu usaha masih terbuka, tahfid : pintu usaha sudah tertutup. Di lain cerita tentang Rasulullah yang memberikan contoh tauladan tentang bagaimana saat Rasulullah terdesak dengan senjata dan beliau hanya mengatakan Allah sebanyak tiga kali. Dan saat itu terlepas dari bencana. Melalui cerita-cerita ustadz Ainun lebih terasa berkesan karena lebih mendekatkan pada kehidupan sehari-hari.

Ustadz Ainun menekankan bahwa janganlah kehidupan seperti beragama namun tidak bertuhan. Untuk itulah diharapkan kita bisa meniru contoh kehidupan Rasulullah yang memasrahkan hidup kita pada Allah SWT. Seperti kehidupan di zaman Rasulullah bahwa munculnya wabah sejak dulu sudah ada dan diingatkan tentang isolasi yaitu kisah seorang yang terkena wabah yang di dalam tidak boleh keluar dan yang dari luar tidak boleh masuk. Kehidupan tinggal memasrahkan diri kepada Allah dengan belajar tawakal.

Melalui pembelajaran inilah diharapkan semua warga sekolah Islam Shafta bisa meneladani dan memasrahkan kehidupan hanya kepada Allah SWT. Kehidupan sekarang harus dimaknai hanya dengan pasrah dan berusaha akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang diinginkan. Jika niat tidak baik maka hasilnya tidak baik namun justru sebaliknya hasil akan baik jika niatnya juga baik.