Sekolah tidak hanya dituntut untuk selalu belajar pengetahuan saja namun diajarkan kegiatan keterampilan. Keterampilan ini akan membawa keberhasilan di masa mendatang. Hal inilah yang dilakukan guru keterampilan, ustadzah Vina untuk mencoba mengajak membuat hiasan kue tart. Kelas yang menjadi objek adalah kelas 7B.

Sebelum menghias kue tart seluruh siswa yang sudah terbagi dalam beberapa kelompok menyiapkan bahan-bahan yang akan dipakai. Dengan berbagai bentuk jenis hiasan, setiap siswa berusaha untuk mendesain sebuah roti yang akan diberi hiasan. Walau hal ini merupakan kegiatan kali pertama mereka lakukan namun mereka berusaha untuk membuat karya terbaik.

Setelah roti dipersiapkan, barulah mereka mencoba menghias roti yang sudah disiapkan. Kadang masih muncul keraguan apakah bisa menghias dan pas dengan media roti ini. Namun mereka optimis untuk memulai satu bagian demi bagian mereka hias. Walau kadang masih belum pas atau tidak sama bentuknya, mereka terus menyelesaikan tugasnya. Setelah dihias mereka cukup puas dengan hasil yang mereka buat.

Di akhir pelajaran, penilaian menghias kue tart dilakukan di beberapa guru yang ditunjuk. Mereka meminta penilaian secara langsung dan masukan untuk pembuatan menghiasa kue tart berikutnya. Melalui pelatihan menghias kue tart yang diajarkan pula mengajak siswa untuk terampil menghias kue tart. Jika hal ini ditekuni dan dikembangkan maka akan muncul generasi-generasi yang mandiri.